principessa86

I am smiling when I am happy, and I am crying when it suddenly happen. Thank God I am not a fake person :)
pasta rissoles w/ barbeque sauce, bloody delicious! (Taken with instagram)

pasta rissoles w/ barbeque sauce, bloody delicious! (Taken with instagram)

Capolista til the end!

Salutate la Capolista!

Itulah tulisan sebagian besar teman-teman milanisti saya, baik digunakan sebagai status Blackberry Messenger maupun kicauan di jejaring sosial bernama twitter. Saya belum cek laman Home pada Facebook milik saya. Biasanya pada jejaring sosial tersebut, teman-teman Milanisti akan berceloteh ria dengan tampilan berupa gambar, video pertandingan Milan atau hanya sekedar berbagi status.

Kami terus berharap AC Milan akan selalu menang dan menang. Menang dengan penuh keyakinan dari semua lini, belakang, tengah, depan, pelatih dan juga supporter. Faktor lain pertama adalah kamipun terus berharap bahwa lawan terberat kami ‘the unbeaten signora’ akan terus berada pada situasinya saat ini. Unbeaten without any victories. Yeah, keep proud with that slogan!

Faktor lain kedua adalah wasit. Kami tidak pernah berharap sedetikpun wasit akan memihak kami dalam kepemimpinannya, dan juga terus berdoa agar para arbitro pilihan tersebut tidak membenci kami atas dasar apapun. Kami hanya butuh wasit yang bekerja seadil-adilnya baik ketika Milan bertindak sebagai tim tuan rumah ataupun tim tamu. Keindahan sepakbola akan rusak jika wasit meletakan kedua kaki mereka di salah satu tim yang bertanding. Dan apakah kalian berbangga hati jika tim yang kalian suka menang karena faktor wasit? Hell yeah, it so hard to defend your team among insults from other fans (IMHO)

Tinggalkan faktor lain, fokus pada faktor utama:

  1. Pemain —> Jangan pernah meragukan kualitas pemain AC Milan. Semua merupakan pemain pilihan yang hadir melalui seleksi dari orang yang paling hebat yang pernah Milan punya. Siapa yg bisa meragukan kemampuan dia dalam melihat talenta calon pemain Milan? Siapa juga orang yang paling hebat dalam transaksi jual beli pemain? The great bald men, Adriano Galliani lah jagoan saya. Karena beliaulah saya berusaha untuk tetap percaya dan menghargai semua pemain AC Milan tanpa terkecuali. Jika pemilik klub dan pemilik sejumlah dana bisa percaya kepada semua pemain, sebesar apapun dana yang telah mereka keluarkan untuk membeli pemain tersebut, untuk apa kita sebagai tifosi repot meributkan mana yg lebih pantas, atau mana yang tidak?
  2. Supporter —> Hi, this is Us! You, Me, She, He, They called with Us. Yeah, this is our part. This is Us. Will you stay the same, will you believe that our Milan can beat all the matters that maybe happen? I believe. Do you believe? I can’t hear you, do you believe? do you? do you? Good. Just take your AC Milan’s jersey, spreading your AC Milan’s scarf, waving your AC Milan’s flag, burn out all the red-flares that we have (don’t worry, we have many flares to be burnt) and let you to join with us, Milanisti Indonesia, come here to sing a Milan songs. We’ll chanting and yelling all the time, just for Milan, only for Milan!
  3. Pelatih —> Allegri!!! We don’t need another coach. Saya bersyukur dengan pelatih yang kami punya saat ini. Dalam tulisan saya sebelumnya, saya sudah mengeluarkan opini saya tentang this handsome man. May I call him with earth angel? Bersama Allegri kami mampu bereuforia, bersama Allegri kami mampu keluar dari situasi sulit. He NEVER EVER complain about anything SHIT happened. Tragedi tidak disahkannya gol Muntari ke gawang Buffon masih lekat dalam ingatan saya. Tapi pernahkah kalian mendengar celotehan dari Allegri? Meskipun hanya sekedar opini? Oh, that’s a Man. That’s my coach, He’s our coach :)

Faktor lain apakah perlu dibahas? Saya berusaha mengambil teladan dari Mr. Allegri dengan tidak repot membahas ‘hal-hal kecil’ lainnya (meskipun sulit pemirsaaahhh) Stay focus, and just believe that we will celebrate our 19th scudetto. I hope so, I hope so. Just close your eyes, lift your hands and pray. We will celebrate at the end, we will …

whiteall:

AC Milan 2-0 Lecce (Nocerino, Ibrahimovic)

(via proudmilanista)

proudmilanista:

agungranditya:

19th Goal for Ibrahimovic (AC Milan vs Lecce 2-0)

King IBRA !!!

proudmilanista:

agungranditya:

19th Goal for Ibrahimovic (AC Milan vs Lecce 2-0)

King IBRA !!!

In Allegri, We Trust!

In Allegri We Trust


In Allegri, We trust! Forza (^o^)ง *bismillah*

Rabu, 7 Maret 2012 

Tanggal tersebut merupakan hari setengah kelabu. Harap digarisbawahi tulisan setengah kelabu. Hampir saja terjadi tradegi Riazor Part II. Bagi kami para Milanisti, Tragedi Riazor tersebut sulit untuk dilupakan dan sebagian dari kami bahkan masih belum bisa menerima pembalikan skor Super Depor beberapa tahun silam.

Hari ini, AC Milan memang lolos dari lubang jarum dan berhak untuk melanjutkan perjuangan ke babak 8 besar Liga Champion. Tapi proses lolosnya I Rossoneri dini hari tadi melawan Arsenal merupakan olahraga jantung terlama yang pernah saya rasakan, khususnya 45 menit pertama. Betapa tidak, Keunggulan 4-0 yang diperoleh di San Siro nyaris sirna akibat mengamuknya the young guns asal London tersebut dengan 3 gol sempurna di babak pertama.

Jujur, saya stress dini hari tadi. Ini jawaban atas berdebarnya jantung saya dari siang hari sebelumnya. Sebagai supporter biasa, saya bisa saja mematikan televisi, pergi tidur dan cek skor via twitter pada pagi harinya. Tapi tidak dengan jiwa ultras ini.  Meski saya tidak bisa ikut nonbar bersama ultras Milanisti Indonesia lainnya di Hanggar Futsal Pancoran, setidaknya saya HARUS setia dan bertahan untuk melihat AC Milan bertanding. Saya percaya, AC Milan saya mampu untuk keluar dari bayang-bayang The Riazor Drama.

Babak kedua segera dimulai. Saya sebagai penonton yang gemas bukan kepalang atas permainan Djemal Mesbah mulai ngedumel sendiri ketika mengetahui Mesbah tidak diganti. Ada apa ini? Om Alle berjudi apalagi kali ini? Dengan hasil 3-0 untuk Arsenal, apa Om Alle gila tidak mengganti Mesbah dengan yang lain. Well, saya sangat sangat menyadari atas keterbatasan pemain yg dimiliki Milan. Nesta was injured, Bonera? not even better. Is there anyone else who capable to full fill this team? Apakah ini sebuah bentuk peremehan lainnya oleh Allegri setelah menurunkan skuad ‘baru’ untuk level sekelas Liga Champion? I’m sorry Uncle Alle, I even can’t understand with my personal thought -____-

Call me stupid! Saya yang tidak tau caranya meramu tim, saya yang tidak tau bagaimana harus keluar dari situasi sulit ini malah ‘sok-sok’ an memojokkan pelatih hebat sekelas Om Alle. He is amazing, I am amazed! Babak kedua, AC Milan bermain rapat dan lebih terorganisir. Memang peluang goal dari Mr. Zlatan dan Nocerino gagal membuahkan hasil. Well, setidaknya kami lolos! Crediamooo!!!

Selesai pertandingan rasa neraka tersebut, ada beberapa pertanyaan yang tersimpan rapi di otak saya. Apa yang Allegri katakan di kamar ganti, khususnya kepada Mesbah? Apa yang menjadi pemikiran Allegri sehingga dia berani untuk mempertaruhkan kepalanya sendiri dengan tetap memainkan Mesbah pada babak kedua. Mesbah luar biasa, terlepas dari buruknya permainan pada babak 1. Tapi tetap pahlawan kami disini adalah Allegri. Siapa yang setuju dengan saya bahwa Allegri adalah pelatih bertangan dingin dan berotak jernih?

Seorang sahabat mengatakan bahwa Allegri merupakan pelatih sempurna (and I couldn’t agree more). Allegri tetap percaya bahwa Mesbah bisa keluar dari situasi sulit di babak pertama. Allegri tidak ingin merusak mental tanding anak buahnya dengan penggantian tersebut. Allegri percaya dan bisa meyakinkan anak buahnya kalau mereka bisa, kalau mereka mampu untuk berada dalam jalur kemenangan. I got the point, He is incredible! He is our coach!


Pelatih ini sempurna. Gayanya mempesona, senyumnya menyejukkan, sikapnya menjadi panutan. We don’t need another Mourinho, We don’t want to have another Fergie (with all due my respect). Because we are already have this handsome guardian angel. Thank you Allegri, you made us to still believe that everything could be happen. Because We are AC Milan, Because We always 8elieve :)

And once again I have to say: In Allegri, We trust! #ForzaMilan

#LetsHearIt #TheVoice2

Chris Mann - Because We Believe

#LetsHearIt #TheVoice2

RaeLynn - Hell on Heels

#LetsHearIt #TheVoice2

Lindsey Pavao - Say Ah

#LetsHearIt #TheVoice2 Whitney Myer - No One